Rindu dan Nafsu
Sore itu aku membuka percakapan untuk mengajakmu
memainkan sebuah permainan yang tidak pernah bosan untuk kita mainkan setiap
harinya..
“ayo
bermain bersama ku seperti biasanya…”
“apa
yang ingin kamu mainkan hari ini ?”
“aku
ingin bermain petak umpet”
“...??”
“caranya
mudah, aku akan pergi sampai kamu tidak bisa menemukan dan merasakan
keberadaanku lalu tugasmu adalah mencariku jika kamu membutuhkanku”
"......."
Dia..
Dia
hanya mencariku ketika merindu
Dia
mencariku ketika dia sedang butuh dan ketika sedang bosan
Perlakuan
ini seperti sedang bermain petak umpet, tapi persembunyian itu dilakukan di
tempat terbuka. Tempat terbuka yang sulit untuk terlihat olehnya terutama
ketika dia sedang tidak membutuhkanku atau perasaannya sedang baik-baik saja.
Apakah aku transparan atau tembus pandang? Tidak
keduanya tidak ada yang benar, Aku hanya sedang disembunyikan di tempat
terbuka, dan kamu hanya dapat melihatku ketika perasaanmu sedang tidak
baik-baik saja.
Yaa
terlihat jelas aku seperti manusia yang sedang di sewa. Soal harga? Aku hanya
di bayar dengan ucapan "Terimakasih..."
Ya
benar saja kamu mencariku disaat kamu merindu… Saat kamu sedang butuh…
Merindu
itu seperti nafsu, dan pertemuan rindu yang kamu lakukan padaku menjadi
pemuas nafsu bagimu.
Aku rasa, pelacur pun mampu menjadi pemuas nafsu.
Ya
tentu saja kamu pelacur rindu…
Tetapi...
Hei dengarkan aku lebih dulu, kamu beda dengan pelacur yang kamu bayangkan.
Pelacur
yang sering kita dengar hanya memuaskan nafsu tanpa rasa rindu bahkan tidak
menggunakan perasaannya. Sedangkan, kamu memuaskan nafsu rindu itu dengan
hatimu dan perasaanmu.
Terimakasih
sudah menjadi pemuas nafsu rindu...
Comments
Post a Comment