Permainan Kata
Hei…
bagaimana bisa seseorang bertahan sendiri tanpa ada yang menopang ?
Bagaimana
caranya ? Apakah aku juga bisa melakukan pertahanan itu ?
Banyak
orang mengatakan, hidup hanya sekali jangan terlalu dibawa beban..
Bagaimana
bisa aku membiarkannya seolah tidak ada beban yang menggelantung di bahu kanan
dan kiriku ?
Bahkan terkadang atau sering kalian melontarkan pertanyaan atau perkataan....
“kapan sidang tugas akhir ?”
“kapan nikah ?”
“mana pasangannya?”
“baru seperti itu, jangan cengeng
!”
“lemah sekali kamu ini !”
“masih mending kamu, daripada aku…”
HEI
!! bisa tidak kalian mengubah perkatan itu menjadi ....
“aku ada untukmu disini”
“aku mendukungmu”
“aku bersamamu”
“ceritakan padaku, mungkin itu
melegakan bagimu”
"Kamu berhak menyayangi dirimu sendiri"
"Kamu berhak menyayangi dirimu sendiri"
Kupikir 5 kalimat di atas adalah kalimat pembuka yang sempurna untuk di ucapkan ketika mereka merasa jatuh, mungkin kalian bukan orang yang solutif bagi mereka, tapi kenapa tidak mencoba menjadi pendengar yang baik untuk mereka ? lebih baik bukan ? jangan bandingkan
beban kalian dengan beban setiap orang, karena itu tidak sama dan beban itu bukan beban yang selalu kau temukan dalam soal ujian Fisika.
Jika
kamu butuh telinga untuk mendengar, jika kamu butuh bahu untuk bersandar, kamu
bisa menemukanku di barisan paling depan.
Comments
Post a Comment